Selasa, 03 April 2018

Jam Tangan Piala Dunia 2018 Dengan Fitur Segudang

Jam Tangan Piala Dunia 2018 Dengan Fitur Segudang

Jam tangan asal Swiss, Hublot, merilis jam tangan dengan fitur segudang seputar gelaran Piala Dunia 2018. Hublot yang merupakan "Official Timekeeper" Piala Dunia, menamai seri terbaru sebagai The Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia.

Apa menariknya? 

Dikutip dari laman Dmarge, jam tangan itu  dapat melacak pertandingan secara real time, menghubungkan pemakai ke semua pertandingan.

Sebut saja seperti notifikasi 15 menit sebelum pertandingan, notifikasi siapa saja yang terkena kartu kuning dan merah, pergantian pemain hingga gol yang tercipta. Jika tercipta gol, jam tangan ini akan memberi notifikasi dengan getaran dan tulisan 'GOAL' di layar.

Tak berhenti di situ, jam tangan ini juga menyediakan statistik lengkap selama pertandingan berlangsung.

Jam tangan yang akan dikenakan wasit ini diproduksi terbatas, 2018 unit, angka yang menunjukkan Piala Dunia tahun ini. 

Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russiahublot Hublot Big Bang Referee 2018 FIFA World Cup Russia

Jam yang termasuk keluarga Smartwatch ini menggunakan prosesor Intel Atom, namun kompatibel dengan perangkat Android dan iOS. 

Butuh waktu sekitar 1 jam 50 menit untuk mengisi penuh baterai lithium-ion yang dipakai jam ini, dari keadaan kosong. Adapun pemakaian maksimal baterai adalah satu hari.

Hublot tetap menjaga ciri khas yakni memasang enam sekrup pada bezel. Kamu dapat memilih tim dan informasi melalui layar AMOLED 35,3mm yang terpasang pada jam ini.

Jam tangan berukuran 49mm ini akan resmi hadir di outlet Hublot pada 1 Mei 2018.

Teleskop Kepler Tangkap Supernova Langka Jelasng Akhir Hidupnya

Teleskop Kepler Tangkap Supernova Langka Jelasng Akhir Hidupnya

Teleskop Kepler menangkap sebuah fenomena langka di mana bintang yang diselimuti gas dan debu yang tebal meledak. Ledakan ini tidak seperti ledakan supernova yang terjadi biasanya.

Ledakan tersebut berjarak 1,3 juta tahun cahaya dari bumi. Menurut peneliti dari Australian National University (ANU), supernova tersebut berbeda dengan supernova lainnya dan sering disebut Fast-Evolving Luminous Transient (FELT).

Perlu Anda ketahui bahwa supernova merupakan ledakan besar yang menandai matinya sebuah bintang.

"Kita telah merekam proses matinya sebuah bintang yang menyebarkan materialnya ke luar angkasa," kata Dr Tucker, astrofisikawan dari ANU Research School of Astronomy.

"Saya terkejut ketika melihat data dari Kepler bahwa waktu peralihannya begitu singkat," katanya lagi, seperti dikutip dari Sciencedaily, Selasa (27/3/2018).

Menurut rilis dari ANU, fenomena FELT yang ditemukan hanya berlangsung beberapa hari, atau terjadi 10 kali lebih cepat dari ledakan supernova pada umumnya.

Fenomena ini telah beberapa kali terlihat dalam survei angkasa, tetapi tidak banyak diketahui karena kejadiannya sangat singkat.

Untungnya, teleskop Kepler milik NASA memiliki teknologi pengukuran cahaya berkecepatan tinggi yang dapat merekam fenomena langka ini secara detail.

Kini, menjelang akhir hidup Kepler, para ilmuwan berharap agar teleskop baru TESS milik NASA dapat lebih baik menggambarkan fenomena bintang di langit.

"Dengan peluncuran teleskop ruang angkasa baru NASA, TESS, kami berharap dapat menemukan lebih banyak lagi ledakan langka dan ganas ini," kata Tucker, seperti dikutip dari Space, Senin (26/3/2018).

Penemuan ini telah terbit di jurnal Nature Astronomy, 26 Maret 2018 lalu.